Pembina UKSU-ITB : Dr. Chairil Nur Siregar, M.S

Pembina UKSU ITB bernama Chairil N.Siregar ini lahir di Madukuro, Jalan Sutomo, Medan, Sumatera Utara 3/7/1957, Kampung di Tarutung, Pahae. Beliau merupakan lulusan SMA Negeri 1 Kisaran. Setelah lahir di Kota Medan, beliau berkelana ke berbagai kota besar Sumatera Utara. Yaitu ke Siantar, ke Tarutung, ke Padang Sidempuan, kemudian ke Padang, ke Bandung, dan kembali lagi ke Medan.

Ayahanda Pak Chairil adalah seorang pahlawan tanpa jasa, dimakamkan dimakam pahlawan. Ibu beliau merupakan seorang ibu guru, namun sesudah menikah, beliau pensiun dari guru dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Pak Chairil berkuliah di jurusan kimia USU tahun 1976. Dan setelah beberapa bulan, beliau merasa tidak menyukai jurusan tersebut. Lalu beliau memutuskan untuk melanjutkan ke S1 Elektro ITB tahun 1977. Setelah lulus, beliau melanjutkan S2 ke UNPAD dengan jurusan Ilmu Sosial Industry.

Selama ia kuliah, Pak Chairil membiayai sendiri hidupnya dengan uang penghasilan dari kerja dan juga supply bulanan dari orangtuanya. Awal berkuliah di ITB, ia kos di daerah Kopo, kemudian pindah ke Karapitan, dan terakhir menetap di daerah Plesiran. Satu konsep berharga yang ia dapat sebagai anak kos,”Belajar budaya sekitar agar diterima masyarakat daerah”.

Selama jadi mahasiswa, beliau tidak mengikuti UKM apapun di kampus. Hal ini dikatakan beliau karena ia sudah melakukan side job, bekerja di PT Dirgantara Indonesia. Setelah bekerja selama 9 tahun di PT Dirgantara Indonesia, tahun 1994 Pak Chairil memutuskan untuk menjadi dosen dan sekaligus Pembina UKSU.

Masa kini, Pak Chairil tinggal di Bintaro, Jakarta. Ia memiliki anak tunggal yang sekarang bekerja sebagai dosen di UI, dan memiliki 2 cucu dari anak tunggalnya itu.

Pengalamannya sebagai dosen sangatlah banyak. Ia sekarang menjadi dosen di Universitas Kristen Maranatha, UNISBA(Universitas Islam Bandung), UNPAS(Universitas Pasundan), UNPAD(Universitas Padjajaran), Seisko TNI, ST Pos dan Giro, Sespim POLRI (Laut, Darat, dan Udara). ). Ia juga pernah mengajar di Universitas Trisakti, namun pensiun karena sudah merasa umurnya cukup tua dan terlalu jauh. Selain itu, ia berprofesi sebagai konsultan di Mabes POLRI dan PU(Pekerjaan Umum). Ia juga meneliti metode penelitian teknologi maritim, bekerja sama dengan ilmuwan dan tim nya.

Ia sudah menjelajahi hampir seluruh pelosok Indonesia, dari Sabang hingga ke Merauke. Ia melakukan riset yang berbasis pada teknologi kemaritiman. Ia juga sering memasuki daerah konflik, namun selalu berhasil bekerja sama dan tidak ditindas, sebab ia menerapkan konsep, ‘Daerah konflik adalah daerah Aman’. Ia sudah memuridkan 3 KAPOLRI, salah satunya adalah Burhanuddin Haiti.

Dikampus maupun ditempat lain yang ia ajarkan, Ia cukup sering mengadakan seminar K3L(Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan

Salah satu quote andalan Pak Chairil adalah, ‘Berpikir maju dan terbuka terhadap semua suku, etnis, politik, dan bangsa. Jangan memilih-milih teman dalam bekerja sama, namun berpikir maju dan maju. Tetapkan dan kuatkan visi dan misi dengan niat yang konsisten, niscaya akan sukses.’.

Comments are closed.