Pakaian Adat Mandailing

Kesenian Mandailing (Alat Musik Etek dan Pakaian)

Alat Musik Etek

Etek, dinamakan begitu karena bunyi yang dihasilkannya seperti bunyi tek tek tek. Pada zaman dahulu, funsi dari etek ini adalah sebagai pelipur lara bagi para lelaki yang telah lelah bekerja di sawah. Sambil beristirahat di siang hari, etek dimainkan di sopo atau gubuk di tengah sawah mereka. Selain itu, alat musik ini juga digunakan untuk mengusir hama binatang dari sawah.

Alat Musik Etek

Alat Musik Etek

Karena dimainkan ditengah sawah, tidak jarang antar petani yang sedang memainkan etek akan menjadi bersahutsahutan, seperti berkomunikasi satu sama lain. Di zaman modern ini, permainan etek di tengaj sawah sudah tidak ada lagi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena penggunaan cara lain dalam pengusiran hawa binatang di sawah.

Pakaian Adat Mandailing

Pakaian Laki-laki

Penutup kepala disebut Ampu, yang merupakan mahkota yang dipakai raja-raja Mandailing di masa lalu. Bahannya dari beludru dengan ornamen keemasan. Hiasan di pinggir ampu mengarah ke atas dan bawah yang memiliki makna : ke atas, selalu ingat pencipta dan ke bawah, selalu rendah hati. Lalu di bagian luar dipakaikan Baju godang yang berbentuk jas. Selain itu ada juga penggunaan ikat pinggang warna keemasan dengan selipan 2 pisau kecil disebut bobat, gelang polos di lengan atas warna keemasan, dan Kain sesamping dari bahan songket.

Pakaian Perempuan:

Penutup kepala disebut Bulang, berwarna keemasan dengan beberapa tingkat. Di masa lalu, tingkatan bulang ini menandakan jumlah atau jenis hewan yang disembelih saat upacara adat. Ada tiga tingkatan bulang, tapi sekarang yang dipakai bulang tingkat tiga semua karena udah jarang upacara adat. Bulang yang asli terbuat dari emas asli. Penutup daerah dada adalah kalung warna hitam dengan ornamen keemasan plus 2 lembar selendang dari kain songket. Lalu, digunakan perhisan gelang polos di lengan atas warna keemasan dan ikat pinggang warna keemasan dengan selipan 2 pisau kecil.

Pakaian Adat Mandailing

Pakaian Adat Mandailing

 

Comments are closed.